KLIK. PALANGKA RAYA – Seekor ular piton berukuran lebih dari satu meter ditemukan bertengger di atas atap dapur rumah warga di Jalan Tenggiri, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kamis (22/10) malam. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya dikerahkan untuk mengevakuasi ular tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alprianto, mengatakan Tim Regu 1 Rescue tiba di lokasi sekitar lima menit setelah menerima laporan. Petugas kemudian menyisir area untuk memastikan posisi ular sebelum melakukan evakuasi.
“Benar, malam hari kita melakukan evakuasi seekor piton berukuran lebih dari satu meter. Evakuasi berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala, meski ular sempat melakukan perlawanan,” ungkap Alprianto, Jumat (23/1).
Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit. Tidak ada penghuni rumah maupun warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Setelah berhasil diamankan, ular piton itu dilepasliarkan ke kawasan lain. Petugas juga memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan sebelum kembali ke Pos Mako Rescue untuk melanjutkan kesiapsiagaan.
Alprianto menduga kemunculan ular di kawasan permukiman berkaitan dengan pergerakan satwa untuk mencari mangsa. Namun, penyebab pasti ular tersebut berada di lingkungan warga belum diketahui.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya di sekitar permukiman.
Jika ular masuk ke rumah atau berada di area ramai, warga diminta menjauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari lokasi. Akses ke area tersebut dapat dibatasi jika memungkinkan tanpa harus mendekati ular. Warga juga diingatkan agar tidak mencoba menangkap atau memindahkan satwa tersebut sendiri.
Penanganan sebaiknya diserahkan kepada petugas terlatih untuk menghindari risiko gigitan. Masyarakat dapat menghubungi layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan yang tersedia di wilayah masing-masing.
Apabila terjadi gigitan ular, korban harus segera mendapatkan pertolongan medis. Warga tidak disarankan menyayat luka, mengisap bisa, atau memasang torniket ketat. Bagian tubuh yang tergigit perlu dijaga agar tidak banyak bergerak, sementara korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Jangan sembarangan dalam melakukan penanganan,” tandasnya. (KLIK-RED)