Home Berita Ragam dan Peristiwa Jarak Pandang Capai 8 Kilometer, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Kembali Normal

Jarak Pandang Capai 8 Kilometer, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Kembali Normal

  Akhmad Syahriansyah   | Senin , 02 November 2026
84c659f216a7d0bc3d6946e9ad52e590.jpg
andara Tjilik Riwut Palangka Raya,. (Foto : mmc.kalteng.go.id)

KLIK. PALANGKA RAYA – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, mulai kembali normal setelah jarak pandang membaik hingga mencapai 8 kilometer, Senin (2/11). Sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat mengganggu operasional penerbangan.

Hingga Senin siang, pengelola bandara memastikan tidak ada penerbangan yang mengalami keterlambatan maupun pembatalan. Berdasarkan catatan operasional, dua pesawat telah lepas landas dan satu pesawat berhasil mendarat.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 551 dengan rute Palangka Raya-Jakarta lepas landas pukul 07.31 WIB dengan membawa 131 penumpang. Sementara itu, Super Air Jet IU 395 tujuan Palangka Raya-Semarang berangkat pukul 09.34 WIB dengan 158 penumpang.

Baca Juga:
Bara Karhutla Masih Diwaspadai, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Malam di TNTP

Selain itu, Super Air Jet IU 674 dari Surabaya berhasil mendarat di Palangka Raya pukul 09.03 WIB dengan membawa 147 penumpang.

Secara keseluruhan, jadwal operasional bandara pada hari tersebut mencatat 12 penerbangan kedatangan dan 10 keberangkatan. Realisasi penerbangan lainnya terus dipantau hingga sore hari.

BC Department Head Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, menggambarkan kondisi terminal pada Senin siang berlangsung lancar di tengah tingginya mobilitas penumpang.

Baca Juga:
8 Titik Panas Terdeteksi di Kotim, Bukit Santuai Terbanyak

"Alhamdulillah ramai lancar," ungkapnya.

Sebelumnya, operasional bandara sempat terkendala akibat jarak pandang yang turun drastis hingga 50 meter pada pukul 05.00 WIB. Kondisi berangsur membaik seiring bertambahnya waktu dan mencapai 8.000 meter pada pukul 10.00 WIB.

General Manager Angkasa Pura di Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan pemulihan operasional berlangsung secara bertahap seiring membaiknya jarak pandang akibat kabut asap.

Baca Juga:
Hujan Belum Hentikan Karhutla, Api Kembali Menyala di Kotawaringin Lama

“Berdasarkan pemantauan, kondisi operasional penerbangan pada Senin, 2 November 2026, secara bertahap telah kembali berjalan dengan baik seiring membaiknya kondisi jarak pandang akibat kabut asap,” jelas I Made dalam keterangan resminya.

Untuk menjaga kelancaran operasional, pengelola bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), maskapai penerbangan, serta instansi terkait lainnya.

Aspek keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional bandara. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami