KLIK. SAMPIT – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran lahan masih terjadi di kawasan Sungai Kenjalao, Kecamatan Kota Besi, Senin (2/11).
Laporan kebakaran diterima Pos Sektor Pemadam Kebakaran Kota Besi dari warga sekitar pukul 12.30 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Tiga personel, yakni Benny, Tri Putra Kusuma, dan Ahmad Diky, berangkat sekitar pukul 12.40 WIB. Mereka tiba dan mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 13.15 WIB hingga penanganan berakhir sekitar pukul 00.15 WIB.
Baca Juga:
Jarak Pandang Capai 8 Kilometer, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Kembali Normal
Operasi tersebut juga mendapat dukungan dari Camat Kota Besi dan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat. Petugas menggunakan satu unit kendaraan operasional MTPK 11 untuk menunjang penanganan di lokasi yang berjarak sekitar 20 menit dari titik keberangkatan.
Salah satu personel Pos Sektor Damkarmat Kota Besi, Benny, mengatakan kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai meskipun hujan mulai turun.
"Kami menerima laporan kebakaran di wilayah Sungai Kenjalao dan langsung melakukan penanganan bersama unsur kecamatan serta MPA,” ujarnya.
Baca Juga:
8 Titik Panas Terdeteksi di Kotim, Bukit Santuai Terbanyak
Berdasarkan laporan petugas, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan atau pembakaran. Namun, penyebab pasti kejadian masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Luas lahan yang terbakar dan taksiran kerugian juga belum diketahui.
Benny mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” tambahnya.
Baca Juga:
Hujan Belum Hentikan Karhutla, Api Kembali Menyala di Kotawaringin Lama
Peristiwa di Sungai Kenjalao menunjukkan bahwa turunnya hujan belum sepenuhnya mengakhiri ancaman karhutla di Kotim. Karena itu, kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran serta mempercepat penanganan jika muncul titik api baru. (KLIK-RED)