Home Berita Ragam dan Peristiwa Kabut Asap Tipis Mulai Terlihat di Sampit, Warga Khawatir Karhutla Meluas

Kabut Asap Tipis Mulai Terlihat di Sampit, Warga Khawatir Karhutla Meluas

  Sugianto   | Kamis , 05 November 2026
142836841f3354a16023d8b9c94e8e6d.jpg
Kabut asap tipios masih menyelimuti Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (5/11). (Foto : Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Kabut asap tipis mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (5/11). Kondisi tersebut salah satunya dirasakan warga yang melakukan perjalanan dari Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), menuju Sampit.

Salah seorang warga Sampit, Uji, mengaku melihat kabut asap di sepanjang perjalanan. Meski belum terlalu pekat, kemunculannya mulai menimbulkan kekhawatiran karena dalam beberapa hari terakhir cuaca di Kotim cenderung kering.

"Perjalanan dari Desa Jaya Kelapa, Kecamatan MHS, tadi mulai terlihat ada kabut asap. Memang masih tipis, tetapi sudah terlihat di sepanjang perjalanan," ungkap Uji.

Baca Juga:
Dua Personel Belum Ditemukan Setelah Helikopter TNI Jatuh di Seruyan

Ia khawatir kabut asap semakin tebal apabila tidak turun hujan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi. Salah satu wilayah yang masih menghadapi kebakaran lahan adalah Kecamatan Kota Besi.

"Kalau tidak ada hujan dan kebakaran masih terjadi, dikhawatirkan kabut asap semakin tebal. Mudah-mudahan segera turun hujan supaya kondisi kembali membaik," ujarnya.

Kekhawatiran tersebut juga menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara Sampit. Berdasarkan data pemantauan indeks kualitas udara (AQI) pada Kamis (5/11/2026) pukul 11.41 WIB, kualitas udara tercatat berada pada angka 197 AQI US atau masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga:
Helikopter Water Bombing Jatuh di Perairan Sungai Perlu, Satu Orang Dilaporkan Meninggal

Pada waktu yang sama, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 120 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 187 mikrogram per meter kubik.

Data tersebut menunjukkan adanya konsentrasi partikulat yang perlu diwaspadai. Namun, angka pemantauan kualitas udara tidak dengan sendirinya memastikan bahwa seluruh partikulat tersebut berasal dari karhutla.

Kondisi cuaca kering dan masih adanya kebakaran lahan menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di kawasan yang terpapar asap.

Baca Juga:
Helikopter Dilaporkan Jatuh di Perairan Telaga Pulang Seruyan

Munculnya kabut asap tipis ini menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Kotim masih perlu diwaspadai, terutama ketika hujan belum turun secara merata. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami