KLIK. SAMPIT – Dua personel TNI masih dalam pencarian setelah helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat dengan nomor registrasi HA-5235 jatuh di perairan sekitar Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11). Helikopter tersebut dilaporkan membawa delapan personel saat menjalankan misi water bombing untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam perkembangan penanganan, enam personel dilaporkan telah dievakuasi. Namun, satu personel dari korban yang dievakuasi sebelumnya dikabarkan meninggal dunia. Informasi mengenai korban meninggal tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak TNI.
Dua personel lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, proses evakuasi korban dilakukan menggunakan helikopter Bell Penerbad HA-5172 dan melalui Pos Taman Nasional Tanjung Puting di Pematang Limau.
Baca Juga:
Ditemukan Sendirian di Bagendang Tengah, Anak Orangutan Akan Direhabilitasi
Lokasi jatuhnya helikopter diperkirakan berada di perairan sekitar satu kilometer dari garis pantai Pematang Limau. Titik pasti kecelakaan dan kronologi lengkapnya masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Helikopter tersebut diketahui berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang. Kecelakaan terjadi ketika kru menjalankan pengambilan air untuk mendukung pemadaman karhutla melalui udara.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Informasi awal seperti itu, sedang dilaksanakan penanganan,” ujarnya.
Baca Juga:
Putus Kabel Kontak untuk Curi Motor, Residivis di Palangka Raya Kembali Ditangkap
Hingga berita ini disusun, pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan masih berlangsung. Penyebab jatuhnya helikopter juga belum diketahui. (KLIK-RED)