KLIK. SERUYAN – Informasi mengenai identitas delapan personel yang berada di dalam helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) dengan nomor registrasi HA-5235 yang jatuh di perairan Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11), mulai beredar.
Berdasarkan informasi awal yang beredar di grup Basarnas Kalteng, satu personel dilaporkan meninggal dunia. Sementara tujuh personel lainnya dilaporkan dalam kondisi berbeda, mulai dari selamat, mengalami luka-luka, menjalani perawatan medis, hingga masih tersangkut di badan helikopter.
Personel yang dilaporkan meninggal dunia adalah Mayor CPN Dudi. Sementara Kapten CPN Febri dan Letda CPN Frjiz dilaporkan dalam kondisi aman.
Baca Juga:
Ditemukan Sendirian di Bagendang Tengah, Anak Orangutan Akan Direhabilitasi
Adapun Letu CPN Hafiz dan Serda Heri disebut masih tersangkut di badan helikopter. Pratu Gilang dilaporkan telah dievakuasi ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Dua personel lainnya, yakni Serka Kadia dan Kapten Suganda, dilaporkan menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang. Serka Kadia disebut memiliki gangguan paru-paru bawaan, sedangkan Kapten Suganda dilaporkan mengalami luka-luka.
Sebelumnya, helikopter Mi-17 tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIB. Helikopter itu sedang menjalankan misi pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Seruyan.
Baca Juga:
Putus Kabel Kontak untuk Curi Motor, Residivis di Palangka Raya Kembali Ditangkap
Lokasi jatuhnya helikopter diinformasikan berada di perairan Desa Telaga Pulang. Titik koordinat yang beredar tercatat pada 112°5′8.2″ BT dan 3°24′20.6″ LS.
Hingga berita ini disusun, identitas serta kondisi seluruh personel, termasuk informasi mengenai korban meninggal dunia, masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun tim pencarian dan evakuasi.
Informasi tersebut merupakan laporan awal yang beredar dan belum seluruhnya terkonfirmasi secara resmi. (KLIK-RED)