KLIK. SAMPIT – Seekor anak orangutan betina berusia sekitar empat tahun ditemukan warga di tepi jalan Desa Bagendang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Warga kemudian menyerahkan satwa tersebut kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Senin (2/11).
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan anak orangutan dari Kepala Desa Bagendang Tengah, Untung, pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kemudian menuju desa untuk melakukan serah terima.
“Anak orangutan ini sebelumnya ditemukan warga di tepi jalan saat pulang dari kebun. Karena induknya tidak terlihat di lokasi, warga mengamankannya dan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala desa,” kata Muriansyah.
Baca Juga:
Bara Karhutla Masih Diwaspadai, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Malam di TNTP
Anak orangutan itu pertama kali ditemukan Hadianur pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ia bersama istrinya sedang dalam perjalanan pulang dari kebun.
Awalnya, Hadianur merasa takut untuk menangkap satwa tersebut. Namun, dengan bantuan warga lain yang kebetulan melintas, anak orangutan itu akhirnya berhasil diamankan.
Karena khawatir dengan kondisinya, Hadianur membawa anak orangutan tersebut ke rumah. Lantaran tidak memiliki kandang, satwa itu sementara ditempatkan di wadah ikan dan diberi makan pisang.
Baca Juga:
Jarak Pandang Capai 8 Kilometer, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Kembali Normal
“Setelah menerima laporan dari kepala desa, kami langsung menuju Bagendang Tengah untuk melakukan serah terima. Proses penyerahan berlangsung lancar,” ujar Muriansyah.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Bagendang Tengah juga meminta BKSDA melakukan pengecekan di sekitar lokasi penemuan. Berdasarkan keterangan warga, orangutan lain masih terlihat di kawasan hutan yang berdekatan dengan kebun dan ladang masyarakat, terutama di sekitar tepian Sungai Sampit.
“Kami juga menerima informasi dari kepala desa mengenai kemunculan orangutan lain di sekitar kawasan hutan yang berdekatan dengan kebun warga. Informasi tersebut menjadi bahan untuk tindak lanjut observasi,” lanjutnya.
Baca Juga:
8 Titik Panas Terdeteksi di Kotim, Bukit Santuai Terbanyak
Penanganan anak orangutan berlanjut pada Selasa (3/11). Tim dokter BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II bersama OF-UK tiba di Sampit untuk memeriksa kondisi satwa tersebut.
Berdasarkan keterangan dokter, kondisi awal anak orangutan tampak sehat. Selanjutnya, tim membawa satwa itu ke kantor Seksi KSDA di Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap.
Perjalanan menuju Pangkalan Bun dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa sebelum ditentukan penanganan berikutnya. (KLIK-RED)