KLIK. PALANGKA RAYA – Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya ibadah puasa ramadan dan hari raya Idulfitri 1443 Hijriah, Pemprov Kalteng mulai memetakan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo dalam rapat high level meeting TIPD menyampaikan, pengawasan dan pemantauan ketersediaan kebutuhan pokok ini dikarenakan setiap datangnya hari besar keagamaan berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas bahan pokok.
“Terlebih selama tiga tahun terakhir HBKN ramadan dan Idulfitri beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti beras, bawang putih, dan daging ayam ras, hingga menyebabkan inflasi,” kata dia, Selasa (29/3).
Dikatakan dia, kondisi peningkatan inflasi yang selalu berulang setiap tahunnya tentu perlu diantisipasi dan waspadai secara bersama-sama melalui sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah dan berbagai pihak, sehingga laju kenaikan inflasi dapat ditekan.
Oleh sebab itu terkait upaya pengendalian kebutuhan pokok tersebut, pemerintah meminta pihak terkait melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi.
“Yang dilihat tidak hanya ketersediaannya di pasaran, tapi dan kelancaran distribusi barang selama HBKN,” katanya mengingatkan.
Pemerintah kabupaten dan kota juga diimbau melakukan operasi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat selama bulan ramadan dan menjelang Idulfitri.
Tidah hanya itu, pemerintah melalui instansi teknisnya diminta menggiatkan komunikasi dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak baik melalui berbagai media, yang bisa diakses masyarakat.
“Kepada para pengusaha, diingatkan untuk melakukan antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat, serta jika ada hambatan dalam arus distribusi agar segera melaporkan,” katanya mengakhiri. (KLIK-RED)